Wednesday, 1 November 2017

Biografi Sahabat Nabi - Sa'ad bin Abi Waqqash

Sa'ad Bin Waqqash

Sa'ad bin Abi Waqqash adalah termasuk orang yang pertama-tama masuk Islam dansalah satu sahabat penting Nabi Muhammad Saw.

"Aku adalah orang ketiga yang memeluk Islam, dan orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah," demikianlah Sa'ad bin Abi Waqqash mengenalkan dirinya.

Biografi Sa'ad bin Abi Waqqash

Sa'ad bin Abi Waqqash bin Wuhaib bin Abdi Manaf hidup di tengah-tengah Bani Zahrah, yang merupakan paman Nabi Muhammad Saw. Wuhaib adalah kakek Sa'ad dan paman Aminah binti Wahab, ibunda Nabi Muhammad Saw.

Baca juga: Kisah Khalid bin Walid Sang Pedang Allah

Sa'ad bin Abi Waqqash dikenal banyak orang karena ia adalah paman Nabi Muhammad Saw. Dan, Nabi Muhammad Saw sangat bangga dengan keberanian, kekuatan, serta ketulusan iman Sa'ad bin Abi Waqqash.

Nabi Muhammad Saw, bersabda "ini adalah pamanku, maka perlihatkan kepadaku paman kalian!"

Sa'ad bin Abi Waqqash berasal dari klan Bani Zuhrah dari Quraisy. Ia termasuk dari keluarga bangsawan yang kaya raya. Ia juga sangat disayangi oleh orangtuanya, terutama ibunya.

Begitu juga Sa'ad ia juga termasuk salah seorang yang sangat patuh terhadap ibunya. Sedemikian sayangnya, sehingga seolah-olah cintanya hanya untuk ibunya.

Ibunya Sa'ad bernama Hamnah binti Sufyan bin Abu Umayyah. Sang ibu adalah wanita hartawan keturunan bangsawan Quraisy yang memiliki wajah cantik dan anggun.

Baca juga: Kisah hikmah berbakti kepada orang tua

Meskipun Sa'ad berasal dari Makkah, ia sangat benci kepada agamanya dan masyarakatnya. Ia membenci praktik penyembahan berhala yang membudaya di Makkah saat itu.

Keistimewaan Saad bin Abi Waqqash

Pada suatu hari, Abu Bakar ash-Shiddiq mendatangi Sa'ad bin Abi Waqqash di tempat kerjanya dan membawa berita dari langit tentang diutusnya Nabi Muhammad Saw, sebagai rasul-Nya.

Ketika Sa'ad bin Abi Waqqash bertanya, "siapakah orang-orang yang telah beriman kepada Nabi Muhammad Saw," maka Abu Bakar mengatakan dirinya sendiri, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah.

Seruan tersebut mengetuk kalbu Sa'ad bin Abi Waqqash untuk menemui Nabi Muhammad Saw, lantas mengucapkan dua kalimat syahadat . Ia pun memeluk agama Allah saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia termasuk dalam deretan laki-laki pertama uang memeluk islam selain Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Zaid bin Haritsah.

Setelah memeluk islam, keadaan Sa'ad bin Abi Waqqaash tidak jauh berbeda dengan keislaman para sahabat lainya. Ibunya sangat marah dengan keislaman Sa'ad bin Abi Waqqash.

"Wahai Sa'ad, apakah engkau rela meninggalkan agamamu dan agama bapakmu, untuk mengikuti agama baru itu? Demi Allah aku tidak akan makan dan minum sebelum engkau meninggalkan agama barumu itu," ancam sang ibu.

Sa'ad bin Abi Waqqash menjawab, "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agamaku!"

Sang ibu tetap nekat,karena ia mengetahui persis bahwa Sa'ad bin Abi Waqqash sangat menyayanginya. Sang ibu mengira, hati Sa'ad bin Abi Waqqash akan luluh jika melihatnya dalam keadaan lemah dan sakit. Ia tetap mengancam akan terus melakukan mogok makan.

Namun Sa'ad bn Abi Waqqash lebih mencintai Allah dan rasul-Nya.

"Wahai ibunda, demi Allah, seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu persl satu, aku tidak akan pernah mau meninggalkan agamaku selamanya!" tegas Sa'ad bin Abi Waqqash.

Akhirnya, sang ibu yakin anaknya tidak mungkin kembali seperti sedia kala. Ia pun hanya dirundung kesedihan dan kebencian.

Allah Swt mengekalkan peristiwa yang dialami oleh Sa'ad bin Abi Waqqash dalam ayat al-Qur'an:

"Dan jika kedunanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik...." (Q.S Luqman : 15)

Sa'ad bin Abi Waqqash adalah orang yang pertama melepaskan anak panah dalam membela agama Allah dan orang yamg mula-mula terkena anak panah. Ia hampir selalu menyertai Nabi Muhammad Saw dalam setiap pertempuran.

Ia juga orang yang dijamin oleh Nabi Muhammad Saw dengan jaminan kedua orang tua beliau.

Dalam perang Uhud, Nabi Muhammad Saw bersabda "panahlah, wahai Sa'ad! Ayah dan Ibuku menjadi jaminan bagimu"

Sa'ad bin Abi Waqqash juga merupakan pemimpin perang ketika melakukan peperangan melawan kekaisaran Persia. Kepahlawanan Sa'ad bin Abi Waqqash tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan melawan tentara Persia di Qadisiyyah.

Baca juga: Masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin

Peperangan ini termasuk salah satu peperangan terbesar umat Islam. Bersama 3000 pasukanya ia berangkat menuju Qadisiyyah.

Diantara mereka terdapat 99 veteran perang Badar, 300 orang lebih ikut Ba'iat Ridwan di Hudaibiyah, 300 orang diantara mereka ikut serta dalam Fathul Makkah bersama Nabi Muhammad Saw. Lalu ada 700 orang putra para sahabat. Serta, ribuan wanita yang ikut serta sebagai perawat dan tenaga bantuan.

Pasukan ini berkemah di Qadisiyyah dekat Hira. Untuk melawan pasukan muslim, pasukan Persia yang siap tempur berjumlah 120.000 orang dibawah panglima kenamaan mereka, Rustum.

Sebelum berperang, atas instruksi Umar bin Khattab yang menjadi Khilafah saat itu, Sa'ad bin Abi Waqqash mengirim surat kepada Kaisar Persia, Yazdagird dan Rustum yang isinya ialah undangan untuk masuk Islam.

Delegasi pertama yang mengirim surat ialah An-Numan bin Muqarrin. Ia pulang dengan tangan hampa, dan malah menjadi bahan ejekan Yazdagird.

Delegasi kedua ialah Rubiy bin Aamir. Ia juga malah ditawari oleh Rustum keindahan duniawi. Namun Rubiy menjanjikan kepada mereka keindahan yang dimiliki oleh Allah Swt yaitu Surga. Akan tetapi mereka tetap pada pendirianya.

Mendengar hal itu, Sa'ad bin Abi Waqqash menangis karena harus terjadi perang. Saat itu Saal'ad tiba-tiba jatuh sakit karena memikirkan harus berperang yang akan mengakibatkan gugurnya banyak orang. Namun ia mulai berangsur sembuh karena dalam hatinya ia yakin bahwa hal tersebut memang sudah kehendak Allah dan juga sudah tertulis dalam kitab Zabur dan Alqur'an (Q.S al-Anbiya : 105) tentang bumi yang akan dikuasai oleh orang-orang Shalih.

Ia lalu bangkit berganti pakaian dan menunaikan sholat zuhur. Lantas dengan membaca takbir ia bersama pasukanya memulai peperangan tanpa henti selama 4 hari.

Peperangan menimbulkan korban 2000 muslim dan 10.000 orang Persia. Dan akhirnya dimenangkan oleh kubu muslim.

Peperangan Qadisiyyah merupakan salah satu peperangan terbesar karena korban yang gugur lebih 30.000 orang.

Sa'ad bin Abi Waqqash juga salah satu sahabat yang dijanjikan masuk surga sebagai mana yang diceritakan oleh Anas bin Malik ra.

Nabi bersabda, "sebentar lagi akan muncul laki-laki penghuni surga dihadapan kalian"

Tiba-tiba datanglah Sa'ad bin Abi Waqqash. Hal itu terjadi berulang sampai tiga kali dan tiga hari.

Sejarah mencatat, hari-hari terakhir Sa'ad bin Abi Waqqash adalah ketika ia memasuki umur 80 tahun. Dalam keadaan sakit, ia berpesan kepada para sahabatnya, agar ia dikafani dengan jubah yang dikenakanya dalam Perang Badar.

Akhirnya Sang Pemanah pertama Saad bin Abi Waqqash menghembuskan napas terakhir pada tahun 55 H dengan meninggalkan kenangan indah dan nama yang harum. Ia dikuburkan di pequburan Baqi makam para Syuhada'.

-Para Sahabat Nabi-
Oleh Abdurrahman bin Abdul Qarim

click to comments

0 komentar