Sunday, 1 October 2017

Sejarah Islam Masa Emas 3 Kerajaan Besar (Turki Usmani, Mughal India, Safawi Persia)

kerajaan turki via republika

Setelah khilafah Abbasiyah di Baghdad runtuh akibat serangan tentara Mongol, kekuatan politik islam mengalami kemunduran. Wilayah kekuasaan tercabik-cabik dan terbagi menjadi kerajaan-kerajaan kecil.

Kemajuan politik islam baru terlihat setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, yakni: Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Mughal di India, dan Kerajaan Safawi di Persia.

  • Masa Kejayaan Turki Usmani
Tanah kelahiran asli bangsa Turki ialah di Turkistan, yang kini di tempati beberapa republik yaitu, Kazakhstan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirghiztan, dan Uzbekistan.

Etnis Turki ini juga berasal dari ras Mongol. Yang mendiami sebagian besar benua Asia, yaitu Cina, Jepang, Mongol, Tartar, Melayu, dan sebagainya.


Pada masa dinasti Umayyah, negeri Turkistan bisa di taklukkan kaum muslimin. Dan akhirnya, para penduduk berbondong-bondong masuk islam.

Pada masa Dinasti Abbasiyah, pengaruh etnis Turki semakin besar. Kaum Abbasiyah menempatkan mereka sebagian pasukan Khurasan di berbagai wilayah antara Abbasiyah dan Bizantium.

Saat dinasti Abbasiyah mulai ambruk, muncul dinasti Saljuk yang berasal dari etnis Turki. Mereka terlibat perang besar melawan Byzantium, dan meraih kemenangan besar 463 H.

Setelah perang tersebut, kaum Saljuk makin digdaya dan mendirikan kerajaan-kerajaan kecil di wilayah Anatolia.

Ketika serangan Mongol datang, para kaum merasa takut dan bersekutu dengan bangsa Mongol yang saat itu masih Kafir.

Mereka tak kuasa dan memilih membantu Mongol memerangi muslim. Mongol kalah di perang Ayn Jalut 658 H. Bebarengan dengan lemahnya kekuatan Mongol, kerajaan dinasti Saljuk-Romawi runtuh. 

  • Kerajaan Usmani
Pendirinya ialah bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol. Dalam tiga abad mereka pindah dari Turkistan, Persia, dan Irak. Mereka masuk islam ketika menetap di Asia Tenggara.

Dibawah tekanan serangan Mongol, mereka melarikan diri ke daerah dataran tinggi di Asia kecil. Disana mereka bertemu saudara-saudara mereka orang asli Turki seljuk. Lalu di bawah pimpinan Ertoghrul, ia mengabdikan diri kepada Sultan Aludin II, yaitu sultan Seljuk yang sedang berperang melawan Byzantium.

Mereka pun turut membantu, dan kemudian akhirnya menang. Sutan sangat senang dan kemudian ia diberi hadiah sebidang tanah di Asia Kecil.

Ertoghrul kemudian meninggal tahun 1289 M. Kepemimpinan dilanjutkan putranya, Usman. Putra Ertoghrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani.

Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang kerajaan Seljuk. Dan kala itu Sultan Alaudfin terbunuh. Dengan terbunuhnya Alauddin, kerajaan Seljuk terpecah belah. Barulah kemudian Sultan Usman menyatakan kemerdekaanya.
  • Masa kejayaan
Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai raja besar, tahun 699 H, setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluas. Ia menyerang daerah perbatasan Byzantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian pada tahun 1326 M dijadikan sebagai ibukota kerajaan.

Pada masa pemerintahan Orkhan (1326 M - 1359 M) kerajaan Turki Usmani ini dapat menaklukkan Azmir, Thawasyanli, Uskandar, Ankara, dan Gallipoli tahun 1356 M.

Kemudian kekuasaan Orkhan di gantikan Murad I (1359 M - 1389 M). Selain menetapkan keamanan ia juga memperluas kekuasaan di benua Eropa. 

Ia dapat menaklukkan Adrianopel, yang kemudian dijadikan ibukota yang baru. Ia juga menaklukkan Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani.

Merasa cemas, pasukan kristen Eropa kemudian mengobarkan semangat perang. Pasukan ini, dipimpin raja Sijisman, raja Hongaria. Namun dapat ditaklukkan sultan Bayazid I pengganti sultan Murad I (1389 - 1403 M).

Ekspansi kerajaan sempat terhenti, karena pasukan Mongol di bawah pimpinan Timur Lenk melakukan serangan ke Asia Kecil.

Pertempuran hebat terjadi di Ankara tahun 1402 M. Tentara Turki Usmani mengalami kekalahn. Bayazid dan putranya Musa tertawan dan wafat tahun 1403 M.

Kekalahan Bayazid membawa akibat buruk bagi kerajaan Usmani. Penguasa-penguasa seljuk di Asia kecil mulai melepaskan diri. Wilayan Serbia dan Bulgaria juga memproklamasikan kemerdekaan. Keaaan bisa diredam setelah Sultan Muhammad I naik takhta. 

Serelah Timur Lenk meninggal, Mongol kemudian terpecah. Keadaan ini di manfaatkan oleh Sultan Muhammad melepaskan diri dari kekuasaan Mongol.

Setelah lolos dari kekuasaan Mongol, hal yang pertama dilakukan ialah perbaikan dalam negeri dan meletakkan dasar-dasar keamanan.

Usaha ini diteruskan oleh Murad II (1421 - 1451 M) sehingga Turki Usmani mencapai puncak kejayaannya. 

Pada masa Muhammad II atau biasa di sebut Sultan Muhammad Al--Fatih (1451 - 1484 M) dapat mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel.

  • Kerajaan Safawi Persia
Ketika kerajaan Usmani sudah mencapai kejayaan, kerajaan Safawi di Persia baru berdiri. Kerajaan ini berkembang pesat.

Dalam perkembanganya, kerajaan ini sering bentrok dengan kerajaan Turki.

Kerajaam Safawi ini menyatakan bahwa Syiah sebagai Madzhab negaranya. Kerajaan Safawi ini berasal dari tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbajian. Tarekat ini diberi nama tarekat Safawiyah.

Nama Safawiyah di ambil dari nama pendirinya Safi Al-Din (1252 - 1334 M). Ia memilih sufi sebagai jalan hidupnya. Ia adalah keturunan Imam Syiah yang keenam., Musa Al Khazim.

Suatu ajaran yang dipegang secara fanatik biasanya kerap menimbulkan keinginan untuk berkuasa di kalangam penganutnya.

Juga terdapat kecenderungan memasuki dunia politik. Hal ini terjadi nyata ketika masa kepwmimpinan Juneid (1447 - 1460 M). Dinasti Safawi menambahkan politik sebagai kegiatan keagamaan.

Hal tersebut membuat konflik antara Juneid dan penguasa Kara Koyunlu (domba hitam), salah satu bangsa turki yang berkuasa di wilayah itu.

Dalam konflik, Juneid kalah dan diasingkan ke suatu tempat. Di tempat baru ini ia mendapat perlindungan dari penguasa Diyar Bakr , AK-Koyunlu(domba putih), juga satu suku bangsa Turki.

Ia tinggal di istana Uzun Hasan, yang ketika itu menguasai bangsa Persia.

Selama diasingkan, Juneid ini menghimpun kekuatan dan berpolitik dengan Uzun Hasan. Ia juga mempersunting saudara perempuan Uzun Hasan.

Pada tahun 1459 ia mencoba merebut Ardabil tetapi gagal. Pada Tahun 1460 M ia juga mencoba merebut Sircassia tetapi pasukan yang di pimpin di hadang pasuka Sirwan dan ia sendiri terbunuh.

Kala itu, anak Juneid masih kecil dalam asuhan Uzun Hasan. Maka kepemimpinan baru busa diberikan tahun 1470 M. Hubungan Uzun Hasan dengan Haidar semakin erat ketika Haidar mengawini salah seorang putri Uzun Hasan.

Dari perkawinan itu lahirlah Ismail. Yang kemudian menjadi pendiri kerajaan Safawi di Persia.
  • Masa perlawanan
Kala itu Haidar membuat gerakan militer Safawi. Akan tetapi Haidar malah dipandang rival politik oleh AK Koyunlu. 

Ketika Safawi menyerang wilayah Sircassia dan pasuka Sirwan, AK Koyunlu mengirimkan bantuan untuk Sirwan, dan akhirnya Haidar kalah dan terbunuh.

Ali, putra pengganti Haidar didesak oleh bala tentara untuk balas dendam. Terutama terhadap AK Koyunlu. Tetapi sayang ia tertangkap Yakub pemimpin AK Koyunlu berhasil memenjarakan Ali dan saudaranya Ibrahim , Ismail juga ibunya. Mereka dibebaskan oleh Rustam salah seorang anggota AK Koyunlu dengan syarat mau membantu memerangi sepupunya.

Akhirnya Yakub pemimpin AK Koyunlu dapat dikalahkan, Ali dan saudaranya bisa kembali ke Ardabil. Akan tetapi, Rustam balik memusuhi Ali. Dan Ali terbunuh (1494 M)

Kepemimpinan Safawi selanjutnya di tangan Ismail. Pada masa kepemimpinan Ismail, pasukan Qizilbash menyerang dan mengalahkan AK Koyunlu di Sharur. Pasukan ini terus berusaha masuk dan menaklukkan Tabriz ibukota AK Koyunlu. Ia pun berhasil menguasainya. Disini Ismail memproklamirkan dirinya sebagai raja pertama dinasti Safawi dan disebut juga Ismail I.

Ismail I berkuasa 23 tahun . Ia juga berhasil menguasai wilayah uang dikuasai AK Koyunlu. Hamadan, menguasai Nazandaran di propinsi Kaspia, Gurgan , dan Yazd. Baghdad dan daerah barat daya Persia, Sirwan , dan juga Khurasan. Hanya dalam 10 tahun daerah kekuasaanya meliputi seluruh Persia dan bagian timur Bulan Sabit.

Tidak sampai di situ, ia bahkan berambisi menguasai daerah Turki Usmani. Seperti tahun 1514 M , di Chaldiran fekat Tabriz peperangan terjadi akan tetapi pasukan Safawi kalah, malah Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Salim berhasil menduduki daerah tersebut.

Kekalahan tersebut membuat kebanggan Ismail runtuh. Akhirnya setelah itu ia hanya diam dan mengisi hari-harinya dengan berburu di hutan.

Hal ini membuat dampak negatif bagi kerajaan Safawi. Yaitu persaingan antara tiga pimpinan suku. Mereka berkehendak untuk memimpin kerajaan Safawi.

Di zatu sisi, permusuhan terhadap turki Usmani masih berlanjut. Kondisi memprihatinkan ini terus berlanjut hingga barulah pada masa kepemimpinan Abbas I semua bisa diredam. Abbas I (1588 - 1628 M) mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani. Akibatnya ia terpaksa menyerahkam wilayah Azerbajian, Georgia, dan sebagian wilayah Luriztan.

Abbas I juga berjanji tidak akan menghina tiga khalifah (Umar bin khattab, Usman , Abu bakar) kala sidang Jumat. Usaha ini berhasil an selanjutnya ia memusatkan serangan ke luar daerah dan berhasil menguasai Herat, Marw , Balkh. Ia jugaa berusaha merebut kekuasaan Turki Usmani. Dan ia pun berhasil menguasai Tabriz, Sirwan, dan Baghdad.

Masa Abbas I ini adalah masa kejayaan politik Safawi. Ia berhasil menjaga stabilitas negara dan merebut wilayah yabg direbut oleh kerajaan lain.

  • Kerajaan Mughal India
Kerajaan Mughal di India berdiri seperempat abad setelah kerajaan Safawi. Kerajaan ini ialah kerajaan termuda. Akan tetapi bukan satu-satunya kerajaan di anak benua India.

Awal kekuasan di India terjadi pada masa khalifah Al-Walid, dari dinasti bani Umayyah. Penaklukkan wilayah ini dipimpin Muhammad ibn Qassim.

Dinasti ghaznawi  di bawah pimpinan Sultan Mahmud berhasil mengislamkan hampir semua kerajaan hindu di daerah ini. Setelah dinasti Ghaznawi hancur, muncul dinasti kecil seperti Mamluk (1206 - 1290 M), khalji (1296 - 1316 M), Tuglug (1320 - 1412 M).

Kerajaan Mughal di India dengan ibukota Delhi didirikan oleh Zaharudin Babur (1482 - 1530 M). Ia adalah salah satu cucu Timur Lenk.

Ia berambisi akan menaklukam Samarkand yang menjadi kota penting di Asia Tengah. Paa mulanya ia mengalami kekalahan , akan tetapi karena dibantu oleh raja Safawi Ismail ia berhasil menduduki Samarkand (1494 M).

Ia lalu melanjutkan menduduki Kabul 1504 M ibukota Afghanistan. Setelah utu Babur meneruskan Ekspansi ke India. Kala itu pemimpin India Ibrahim Lodi dilanda krisis. Sehungga stabilitas pemerintahan kacau.

Alam khan, paman Ibrahim lodi, bersama Daulat khan gubernur Lahore memngirim utusan ke Kabul untuk meminta bantuan menggulingkan Ibrahim. Permohonan diterima. Tahun 1525 M, Babur menguasai Punjab. Lalu ia kemudian menuju Delhi pada tanggal 1526 M terjadilah pertempuran dahsyat, Ibrahim bersama ribuan pasukan kalah dan Babur memasuki Delhi dengan kemenangan. Dan kerajaan Mughal berdiri di India.

Setelah kerajaan Mughal berdiri, kerajaan Hundu lainya menyusun pasukan untuk melawan Babur, namun dapat dikalahkan oleh Babur.

Namin, di Afghanistan masih ada saudara Ibrahim lodi yang setia, ia bernama Mahmud. Akan tetapi, ia berhasil dikalahkan dengan mudah oleh Babur dalam pertempuran dekat Gogra tahun 1529 M. Tahun 1530 M Babur meninggal dunia dan berhasil mempimpin 30 tahun.

Humayun, putra sulung Babur menggantikan kepemimpinan Mughal. Saat itu muncul pemberontakan Bahadur Syah, penguasa Gujarat. Akan tetaoi dapat dipadamkan. 

Pada tahun 1540 M terjadi perlawanan dengan Seer khan di Kanauj. Dalam pertemluran Humayun kalah dan lari ke Kandahar dan selanjutnya ke Persia. Dari sini ia menyusun rencana di bantu Raja Persia Tahmasp, Humayun berhasil mengalahkan Seer Khan pada tahun 1555 M. Setahun setelah itu, Humayun meninggal dunia dan dugantikam Akbar yang berusia 14 tahun.

Di awal kepemimpinan Akbar mendapat perlawanan dari sisa-sisa keturunan Seer Kahn. Pemberontakan ini dipimpin oleh Himu yang menguasai Gwalior dan Agra. Pasukan ini mencoba memasuki kota Delhi. Bairam khan menya.but kedatangan pasukan tersebut, dan terjadilah pertempuran hebat disebut Panipat II pada tahun 1556 M. Akhirnya Himu kalah.

Setelah dewasa, Akbar mencoba menyingkirkan Bairam khan yang sudah terlanjur menguasai kepentingan aliran Syiahnya. Bairam memberontak, akan tetapi  dapat dikalahkan Akbar di Jullandur tahun 1561 M.

Setelah itu, Akbar mulai ber ekspansi. Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Gujarat, Kalinjar, Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala. Wilayah luas itu di perintah dalam satu militeristik. Dalam pemerintahan itu , Sultan adalah penguasa diktator.  Jabatan sipil juga diberi jenjang kepangkatan yang bercorak kemiliteran.

Artinya, semua pejabat wajib militer. Akbar juga menerapkan toleransi universal, dengan politik ini, semua rakyat India di pandang sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama.

Masa Akbar memang masa paling maju di kerajaan Mughal, ia juga berhasil memantapkan stabilitas politik. Akbar juga membawa kemajuan di bidang yang lain, seperti pertanian, pertambangan, dan juga perdagangan.


-Sejarah Peradaban Islam-
Oleh Dr. Badri Yatim, M.A
-Sejarah Islam-
Oleh Qashim A.Ibrahim
dan
Muh. Ahmad Shaleh

click to comments

0 komentar