Tuesday, 3 October 2017

Kisah Hikmah: Sabar Terhadap Cobaan

img:myfitriblog

Kisah ini terdapat pada kitab: Ihya' ulumuddin karangan Imam Al Ghazali.

Pada zaman dahulu, tersebutlah orang uang bernama Abdul Hasan. Kala itu, ia pergi haji ke Baitul Muharram.

Baca juga: Kisah hikmah berbakti kepada orang tua

Pada saat tawaf, ia melihat suatu keajaiban pada salah seorang wanita. Wanita itu, memancarkan wajah yang bersinar dan berseri-seri.

Dengan kagum, ia memuji "Demi Allah saya belum pernah melihat wanita secantik dan secerah wanita ini. Pasti tidak lain ia tidak pernah risau ataupun susah".

Rupanya, wanita itu mendengar perkataan Abdul Hasan. Wanita itu kemudian berkata, "Apa katamu, wahai saudaraku?" Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan duka cita dan luka hati yang mendalam karena risau".

"Lalu apa yang membuatmu risau wahai saudaraku?" tanya Abdul Hasan.

Wanita itu kemudian menjawab, "suatu hari suamiku menyembelih kambing kurban. Dan kala itu aku mempunyai dua orang anak. Saat aku bangun untuk membuatkan makanan, anakku yang besar berkata, "hai dik, maukah kamu ku tunjukkan bagaimana ayah menyembelih kambing?" adiknya menjawab, "baiklah kalau begitu kak".

Lalu, disuruhnya adiknya berbaring dan disembelihlah adiknya hingga ia meninggal.

Setelah melihat darah yang bercucuran keluar, ia dijumpai perasaan takut dan risau. Ia pun berlari menuju perbukitan untuk bersembunyi.

Tetapi disana, ia malah di makan oleh serigala. Lalu sang ayah mencarinya, karena tak kunjung ketemu dan hanya berputar-putar di sekitar bukit, maka ia pun lelah dan kehausan. Akhirnya sang ayah juga meninggal.

Setelah sang wanita bercerita, Abdul Hasan bertanya lagi, "bagaimana kesabaranmu menghadapi semua musibah itu?"

Wanita itu pun menjawab, "tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dan mengeluh, melainkan ia menemukan diantaranya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan lebih terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka seseorang tidak akan mendapatkan ganti kecuali kesia-siaan belaka. (Ihya' Ulumuddin)

Jadi, ketika kita menghadapi suatu musibah, maka hendaklah kita sabar dalam menghadapi cobaan. Karena Allah tak akan memberika cobaan kepada makhluknya melebihi batas kemampuanya. Jika kita hanya mengeluh, maka yang ada hanya sia-sia saja yang akan kita dapatkan.

click to comments

0 komentar