Friday, 13 October 2017

Kisah Hikmah Islami Mementingkan Orang Lain

bersedekah

Al itsar atau mengutamakan orang lain adalah tindakan yang disunnahkan rasulullah saw. Perilaku ini merupakan wujud persaudaraan sejati sesama muslim.

Berikut ini ialah kisah hikmah islami seorang sahabat rasul yang lebih mementingkan orang lain daripada keluarganya.

Baca juga: Kisah hikmah berbakti kepada orang tua

Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. Ia bermaksud meminta bantuan kepada nabi karena sedang dalam kesusahan.

Rasulullah kemudian menyuruh laki-laki itu untuk menemui salah satu istrinya.

Maka istri rasul berkata, "Demi Allah yang telah mengutus dengan hak, aku tidak mempunyai apapun kecuali air".

Mendengar itu, rasul menyuruh laki-laki itu kepada istri beliau yang lain. Ternyata, hasilnya sama. Istri rasulullah hanya punya air.

Rasul kemudian bersabda dihadapan para sahabat, "Siapa yang mau menjamu tamuku pada malam ini?"

Seorang laki-laki dari kaum Anshar nenyanggupinya. "Aku ya Rasul". Orang Anshar ini kemudian membawa laki-laki itu ke rumahnya.

Sesampai di rumah, ia lalu berkata kepada istrinya, "Wahai istriku, muliakanlah tamu Rasulullah ini. Apakah engkau punya sesuatu?"

Istrinya menjawab, "Tidak ada, kecuali makanan untuk anak-anak kita".

Mendengar jawaban istrinya, orang Anshar ini tidak lantas mengusir sang tamu. Ia berpesan kepada istrinya, "Hiburlah mereka (anak-anaknya). Jika mereka mau makan malam maka tidurkanlah. Jika tamu kita sudah masuk, matikanlah lampu dan perlihatkanlah kepadanya seolah-olah kita sedang makan".

Tamu itu pun datang. Mereka semua duduk. Tamu itu pun makan dalam keadaan gelap. Orang Anshar dan istrinya menemani sang tamu, seolah-olah sedang makan pula.

Akhirnya, sahabat Anshar dan istrinya itu tidur dalam keadaan lapar.

Ketika waktu subuh, sahabat Anshar ini menemui rasulullah saw dan menceritakan perbuatanya. Nabi saw pun berkata, "Allah swt sungguh takjub karena perbuatan engkau bersama istrimu tadi malam pada saat menjamu tamu". (HR. Bukhari Muslim)

click to comments

0 komentar