Friday, 6 October 2017

Hukum Basmalah Dalam Al-Fatihah Dan Dalam Shalat

basmalah via mutiarapublic
Basmalah dari dulu hingga sekarang masih saja menjadi masalah khilafiyyah. Akan tetapi hal yang paling bijak sesungguhnya kembali pada madzhab sendiri-sendiri.

Apa itu madzhab?

Madzhab adalah jalan atau pedoman hidup yang dibangun atas prinsip dan juga kaidah.

Baca juga: Bagaimana hukum membaca shalawat setelah adzan?

Lalu bagaimana sebenarnya hukum basmalah dalam al fatihah dan juga dalam shalat?

  • Basmalah dalam Fatihah
Menurut keterangan dalam kitab Rohmatul Ummah halaman 31 mengenai hukum bacaan basmalh sebelum surat al-fatihah masih di perselisihkan oleh ulama antar madzhab.
  • Menurut Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, basmalah bukan termasuk ayat dari surat al-fatihah
  • Menurut Imam Syafi'i dan Imam Ahmad, basmalah termasuk ayat dari surat al-fatihah yang wajib di baca bersamaan denganya, salah satu hadits yang mengatakan hal tersebut ialah:
أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ بِسْمِ اللٌَهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ فَعَدَّهَا أَيَةً
Artinya: "Bahwasanya Rasulullah saw membaca basmalah dan menghitungnya sebagai ayat (dari al-fatihah)" (HR. Abi Daud, Daruqhutni, Hakim dan Baihaqi)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأْتُمْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاقْرَؤُوْا بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنَّهَا أُمُّ الْقُرْأَنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِى وَبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إحْدَى أيَاتِهَا
Artinya: "Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "ketika kalian membaca alhamdulillah (alfatihah), maka bacalah basmalah, sesungguhnya surat alfatihah itu adalah pokok alquran, pokok kitab, dan 7 ayat di ulang-ulang, dan basmalah merupakan salah satu ayatnya". (HR. Daruquthni dan Baihaqi)
  • Basmalah Dalam Shalat
Terkadang masih kita lihat ya, ada suatu kelompok yang di situ membaca basmalah dengan sirr (pelan), ada juga yang membaca basmalah dengan jahr (keras).

Maka dari itu mari kita lihat pendapat dari imam madzhab masing-masing.
  • Menurut madzhab Syafi'i membaca basmalah disunnahkan mengeraskan bacaanya pada sholat jahriyah (sholat yang di sunnahkan membaca dengan keras) seperti sholat subuh, maghrib, isya. Dan di sunnahkan membaca basmalah dengan pelan pada saat sholat sirry. 
Hal ini sesuai dengan hadits nabi:
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْهَرُ بِالْبَسْمَلَةِ
Artinya: "Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya rasulullah saw (selalu) mengeraskan suaranya ketika membaca basmalah (dalam sholat)". (HR. Bukhori no 3451)
  • Menurut Imam Malik sunnah di tinggalkan, artinya tidak dibaca ketika membaca al fatihah.
  • Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam ibn Hambal hukumnya sunnah membaca dengan pelan/lirih.
Jadi ketika ada seseorang yang sekiranya beda ketika waktu sholat, maka hormatilah kehendak dia.

Karena mereka juga berpedoman pada madzhab sendiri-sendiri. 

Tak perlu saling menyalahkan, dan tak perlu saling tuduh menuduh kafir.

Jika sekiranya tidak cocok dengan hati, maka sholat sendiri atau jika sudah terlanjur juga sebaiknya di ulang lagi sholatnya.

click to comments

0 komentar