Saturday, 28 October 2017

Biografi Sahabat Nabi - Abu Hurairah

Abu Hurairah Perawi Hadits

Abu Hurairah ialah seorang tokoh perawi hadits yang terkenal. Ia merupakan penghafal hadits yang paling ulung di kalangan para sahabat Nabi Muhammad Saw.

Semenjak memeluk Islam, ia sangat akrab dengan beliau Nabi Muhammad Saw. Ia banyak mengikuti aktivitas dakwah beliau. Bahkan kemanapun beliau dakwah, ia selalu mengikutinya. Ia juga dikaruniai oleh Allah berupa daya ingatan yang kuat. Oleh karena itu, ia dapat meriwayatkan banyak hadits Nabi Muhammad Saw.

Biografi Abu Hurairah

Abu Hurairah berasal dari kabilah Al-Dusi. Yaitu, sebuah suku yang berdiam di Yaman. Ia merupakan anak yatim yang hanya tinggal bersama ibunya semenjak kecil.

Ia lahir 21 tahun sebelum hijrah, dan sudah sejak kecil menjadi yatim. Ketika mudanya, ia bekerja kepada Basrah binti Ghazawan yang kemudian, setelah masuk islam dinikahinya.

Nama lengkap Abu Hurairah ialah Abdurrahman bin Sakhr ad-Dausi. Yang oaling terkenal ialah kuniah dirinya yaitu Abu Hir.

Nama itu didapat karena beliau mempunyai kebiasaan bermain dengan seekor kucing kecil yang ia punya. Ketika siang dan sore hari ia selalu bermain bersama kucing tersebut sambil menggembalakan kambing-kambing milik keluarga dan kerabatnya.

Abu Hurairah meninggal pada tahun 57 atau 58 H ketika berumur 78 tahun. Abu Hurairah dimakamkan di pekuburan Baqi.

Keistimewaan Abu Hurairah

Diriwayatkan atsar oleh Tirmidzi dengan sanad yang mauquf hingga Abu Hurairah, bahwa Abdullah bin Rafi' berkata, "Aku bertanya kepada Abu Hurairah, "Mengapa engkau bernama kuniah Abu Hurairah?" ia menjawab, "Apa yang engkau khawatirkan dariku?" Aku berucap, "Sungguh aku khawatir terhadapmu" Abu Hurairah berujar,"Aku dahulu bekerja menggembalakan kambing keluargaku, dan di sisiku ada seekor kucing kecil (hurairah). Lalu, ketika malam tiba, aku menaruhnya di sebatang pohon. Jika hari telah siang, aku pergi ke pohon itu, dan aku bermain-main denganya. Maka, aku diberi kuniah Abu Hurairah (bapaknya si kucing kecil).

Ahli hadits telah sepakat bahwa Abu Hurairah ialah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Abu Muhammad bin Hazm mengatakan bahwa dalam Musnad Baqiy bin Makhlad terdapat lebih dari 5300 hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.


Ada sekitar 800 ahli ilmu dari kalangan sahabt maupun tabi'in yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, dan ia adalah orang yang paling hafal dalam meriwayatkan beribu-ribu hadits. Namun, bukan berarti ia paling utama diantara para sahabat Nabi Muhammad Saw.

Imam Syafi'i berkata, "Abu Hurairah ialah orang yang paling hafal dalam meriwayatkan hadits pada zamanya (masa sahabat)."

Abu Saud al-Khudri berkata bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda, "Abu Hurairah adalah bejana ilmu pengetahuan."

Abu Hurairah masuk islam antara setelah perjanjian Hudaibiyah dan sebelum Perang Khaibar. Konon, ia memeluk Islam melalui Tufail bin Amru.

Tufail bin Amru ialah seorang pemimpin Bani Daus yang kembali ke kampungnya setelah bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. Dan kemudian ia menjadi Muslim. 

Ia menyerukan untuk masuk Islam, dan Abu Hurairah segera menyatakan ketertarikanya, meskipun sebagian besar kaumnya saat itu menolak.

Ketika Abu Hurairah pergi bersama Tufail bin Amru ke Makkah, Nabi Muhammad Saw mengubah nama Abu Hurairah menjadi Abdurrahman (hamba yang pengasih).

Ia tinggal bersama dengan kaumnya beberapa tahun setelah menjadi muslim, sebelim bergabung dengan kaum Muhajirin di Madinah. Ia pernah meminta kepada Nabi Muhammad Saw, agar mendoakan ibunya masuk Islam. Yang akhirnya terjadi. Ia selalu menyertai beliau sampai dengan wafatnya beliau.

Abu Hurairah termasuk salah satu diantara kaum fakir Muhajirin yang tidak memiliki keluarga dan harta kekayaan. Yang sering disebut Ahlush Suffah, dengan tempat tinggal di depan Masjid Nabawi. Abu Hurairah mempunyai seorang anak perempuan yang menikah dengan Said bin Musyyib salah seorang tokoh tabi'in terkemuka.

Pada zaman kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah pernah pernah menolak tawaran untuk menjadi gubernur Madinah. Saat terjadi pertempuran antara Muawiyah dan Ali bin Abi Thalib. Abu Hurairah mengambil sikap netral dan menghindari fitnah.

Abu Hurairah mempunyai daya ingat yang luar biasa. Pernah suatu ketika, khalifah Marwan bin Hakam mencoba menguji daya ingat Abu Hurairah. Khalifah Marwan bin Hakam mengundang Abu Hurairah ke suatu majelis. Ia diminta untuk membacakan beberapa hadits. Seorang juru tulis Marwan mencatat hadits itu, tanoa sepengetahuan Abu Hurairah.

Tahun berikutnya, sekali lagi Khalifah Marwan bin Hakam mengundangnya ke majelis tersebut. Ia diminta kembali membacakan hadits yang sama yang ia sebutkan tahun sebelumnya. Ia oun membacakan hadits yang sama tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Abu Hurairah disebutkan telah meriwayatkan 5.374 hadits. Haditsnya yang disepakati oleh Bukhari  dan Muslim sebanyak 325 hadits. Sementara itu, Bukhari meriwayatkan 93 hadits, dan Muslim meriwayatkan 189 hadits.

-Para Sahabat Nabi-
Oleh Abdurrohman bin Abdul Karim

click to comments

0 komentar