Tuesday, 24 October 2017

Biografi Sahabat Abdullah bin Mas'ud

Biografi Abdullah bin Mas'ud

Abdullah bin Mas'ud ialah satu-satunya sahabat yang darinya, Nabi Muhammad saw ingin mendengar bacaan al-Qur'an. Ia adalah sosok guru tafsir besar dan qiro'ah di kota Kuffah. Imam-imam besar dari kalangan Tabi'in belajar membaca al-Qur'an darinya.

Abdullah bin Mas'ud pernah berkata, "Aku telah menghafal dari mulut Nabi Muhammad Saw sebanyak tujuh puluh surat."

Mengenal Abdullah bin Mas'ud

Abdullah bin Mas'ud memiliki nama lengkap Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil Abu 'Abdirrahman al-Hadzali al-Maki al-Muhajiri. Ia termasuk salah salah satu penghimpun al-Quran pada masa Nabi Muhammad Saw. Dan membacakan di hadapan beliau.

Abdullah bin Mas'ud selalu mengikuti Nabi Muhammad Saw sejak usia belia. Pendengaranya senantiasa dihiasi dengan ayat-ayat al-Qur'an langsung dari Nabi Muhammad Saw. Kiprahnya dalam memelihara al-Qur'an tidak perlu diragukan lagi. Itulah sebabnya, ia menjadi ulama yang paling mengetahui tentang al-Qur'an. Tak heran, bila Nabi Muhammad Saw memujinya dan sekaligus menganjurkan kepada para sahabat dan orang-orang setelahnya untuk mempelajari kandungan al-Qur'an darinya.

Awal pertama Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Abdullah bin Mas'ud ialah pada masa awal risalah kenabian turun di kota Makkah. Saat beliau berjalan dengan sahabat Abu Bakar ash-Shidiq. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Abdullah bin Mas'ud yang sedang menggembalakan kambing. Pada kesempatan itu, Abdullah bin Mas'ud memberikan air minum berupa susu kambing. Pertemuan itu, tidak dapat dilupakan oleh beliau Nabi Muhammad Saw, karena saat itu terjadi, islam masih berkembang pesat.

Baca juga: Keteladanan sahabat Abu Bakar

Setelah pertemuan tersebut, ada keinginan kuat dari Abdullah bin Mas'ud untyk mendengarkan bacaan ayat-ayat suci al-Qur'an dari Nabi Muhammad Saw. Begitu pula, dengan keteladanan nabi serta akhlaqul karimah beliau yang terus dicermati oleh Abdullah bin Mas'ud sehari-hari.

Setelah itu, ada kesadaran dari Abdullah bin Mas'ud untuk memeluk agama islam, sekaligus menjalankannya dengan ketulusan dan penuh keikhlasan. Setiap hari, ia pun terus menimba agama islam yang ketika itu, dipusatkan di rumah Al-Arqam bin Abul Arqam.

Diskusi dengan nabi Muhammad Saw pun terus berlangsung, ketika Abdullah bin Mas'ud minta diajari sesuatu dari Nabi Muhammad Saw. Beliau pun mengajarinya. Beliau melihat kecerdasan dan kemauan yang kuat dari Abdullah bin Mas'ud. Maka, beliau pun menyanjungnya, "Sesungguhnya engkau adalah pemuda yang berpengetahuan."

Pada suatu hari, Nabi Muhammad Saw memanggil Abdullah bin Mas'ud dan betkata kepadanya, "Bacakanlah (al-Qur'an) untukku, wahai Abdullah bin Mas'ud"

Abdullah bin Mas'ud menjawab, "Aku bacakan untukmu, sedangkan kepadamulah diturunkanya."

"Sesungguhnya, aku ingin mendengar selainku," jawab beliau dengan hikmat dan diplomatis.

Maka, Abdullah bin Mas'ud pun membacakan ayat-ayat suci al-Qur'an dengan bacaan yang bagus dan suara yang indah. Nabi Muhammad pun menjadi senang. Begitu senangnya beliau, sehingga beliau pun memwasiatkan kepada para sahabatnya untuk mengikuti Abdullah bin Mas'ud dengan bersabda:

"Barangsiapa suka mendengarkan al-Qur'an dengan baik, mak dengarkanlah dari Ibnu Ummi Abdullah (Abdullah bin Mas'ud)."

"Barangsiapa suka membaca al-Qur'an dengan baik, sebagaimana diturunkan, maka bacalah ia menurut bacaan Ibnu Ummi Abdullah," (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim dalam Al-Mustadrak).

Abdullah bin Mas'ud itu memiliki tubuh yang kecil dan pendek, namun dalam Perang Badar, ia mempunyai andil yang tidak dapat dilupakan. Ia bersama para sahabat Nabi Muhammad Saw telah membantu pembunuhan Abu Jahal bin Hasyim. Ketika Abu Jahal tersungkur oleh tikaman pedang Muadz, ia masih memiliki napas terakhir yang tersisa. Maka Abdullah bin mAs'ud pun datang dan menyempurnakan kematian Abu Jahal.

Ketika Umar bin Khattab berkuasa, ia pun memberikan rekomendasi kepada Abdullah bin Mas'ud untuk menjadi pengawas baitul mal di kota Kufah. Bahkan Abdullah bin Mas'ud juga diberi tugas sebagai guru dan pembimbing bagi rakyat Kufah.

"Sesungguhnya, aku bersumpah demi Allah Swt,... Yang tidak ada Allah selain dia. Aku benar-benar telah memuliakan kalian dengan mengutusnya (Abdullah bin Mas'ud) atas diriku sendiri. Mak, ambillah darinya, dan belajarlah kepadanya!" kata Umar bin Khattab kepada beberapa tokoh di kota Kufah.

Abdullah bin Mas'ud wafat pada tahun 32 H dalam usia 65 tahun. Ia wafat di Madinah. Ia telah meriwayatkan 840 hadits.

Keistimewaan Abdullah bin Mas'ud

Keimanan Abdullah bin Mas'ud sangat istimewa di sisi Nabi Muhammad Saw. Berikut beberapa keistimewaan Abdullah bin Mas'ud:
  • Mengetahui rahasia Nabi Muhammad Saw. Contohnya, jika beliau tidur, maka yang berani membangunkan beliau ialah Abdullah bin Mas'ud. Ketika beliau mandi, maka Abdullah bin Mas'ud yang memegang kain untuk menutupinya. Bila beliau berjalan seorang diri tanpa teman, maka yang menemaninya hanyalah Abdullah bin Mas'ud. Perkara-perkara ini besifat privacy. Dan keistimewaan ini hanya dimiliki Abdullah bin Mas'ud.
  • Menjaga bantal Nabi Muhammad Saw.
  • Menjaga Siwak Nabi Muhammad Saw. Setiap kali beliau ingin bersiwak, atau menyimpan siwaknya, maka Abdullah bin Mas'ud yang akan memegangnya.
  • Menjaga keperluam wudlu atau bersucinya Nabi Muhammad Saw.
Disamping beberapa keistimewaan tersebut, Abdullah bin Mas'ud juga mempunyai keistimewaan dan kelebihan lainya. Yakni, kecerdasan dan kekuatan daya hafal. Sehingga ia tidak mendengarkan sesuatu pun. Melainkan langsung menghafalnya. Abdullah bin Mas'ud menerima langsung al-Qur'an dari mulut nabi Muhammad Saw.

Nabi bersabda:

"Barangsiapa ingin mendengarkan al-Qur'an dalam keadaan segar, maka dengarkanlah Abdullah bin Mas'ud" (H.R Tirmidzi)

Abdullah bin Mas'ud juga pemberani,  meskipun ia dikaruniai badan kecil dan pendek. Ia orang yang pertama kali membaca al-Qur'an dengan suara keras dihadapan orang-orang Quraisy. Ketika ia membacakan surat Ar-Rahman dalam perkumpulan mereka, orang-orang Quraisy bangkit dan memukulinya. Musuh Allah, Abu jahal menamparnya dengan keras hingga telinganya pecah. Manakala Nabi Muhammad Saw menyaksikanya, ia tersenyum dan menolongnya.

Pada perang Badar, Abu Jahal jatuh. Lalu, Abdullah bin Mas'ud menginjak dadanya. Abu Jahal berteriak, "Hai pemuda kecil penggembala kambing, engkau menaiki kendaraan yang sukar. Bagu siapakah kemenangan ini?"

Abdullah bin Mas'ud menjawab, "Bagi Allah dan rasul-Nya".

Lalu Abdullah bin Mas'ud memenggal kepala Abu Jahal kemudianya membawanya kepada Nabi. Beliau pun tersenyum lantaran teringat peristiwa pecahnya telinga Abdullah bin Mas'ud karena pukulan Abu Jahal.

-Para Sahabat Nabi-
Oleh Abdurrahman bin Abdul Karim

click to comments

0 komentar