Friday, 22 September 2017

Sejarah Bangsa Mongol Masuk Islam

bangsa mongol

Bangsa Mongol berasal dari pegunungan Mongolia. Daerah ini membentang dari Asia Tengah sampai Siberia Utara, Tibet Selatan, serta Turkistan Timur.

Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan. Mempunyai dua putra kembar, Tatar dan Mongol. Kedua putra itu melahirkan dua suku bangsa besar bernama Mongol dan Tartar.

Yang kemudian, Mongol melahirkan keturunan bernama Ilkhan.


Kehidupan bangsa Mongol ini tetap sederhana. Mereka mendirikan tenda - tenda dan berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain.

Mereka juga menggembala kambing serta hidup dari hasil buruan. Mereka juga kerap berdagang di pasar tradisional untuk bertukar kulit binatang.
  • Penaklukkan kota Baghdad
Kemajuan bangsa Mongol ini terjadi ketika masa kepemimpinan Yasudi Bahadur Khan. Ia berhasil menyatukan 13 suku.

Setelah Yasugi meninggal , ia digantikan putranya bernama Timujin. Ia kala itu masih berusia 13 tahun. Akan tetapi bisa tampil menjadi pemimpin selama 30 tahun, sehingga dijuluki Jengis Khan (Raja yang perkasa).

Yang paling terkenal ialah, Timujin ini mampu menetapkan undang - undang yang disebut Alyasak. Isinya ialah , perempuan mempunyai kewajiban sama dengan laki - laki di bidang kemiliteran.

Setelah pasukan perangnya terorganisasi dengan baik, Jengis khan mulai memperluas kekuasaan.

Serangan pertama, ia berhasil menduduki Peking , yaitu kerajaan Cina. Tahun 1215 M. Kemudian baru melangkah ke sasaran selanjutnya yaitu kerajaan - kerajaan islam

Mereka kemudian keluar, dengan tujuan Turki, Fergana, dan Samarkand.

Pada mulanya ia mendapat perlawanan keras dari raja Turkistan, akan tetapi ia berhasil setelah 10 tahun berikutnya melakukan perlawanan kembali. Sultan Al - Adin tewas digantikan putranya Jalal Al-din melarikan diri ke India. Tahun 1224M

Pasukan Mongol terus bergerak dan setiap daerah yang di laluinya di bumi hanguskan. Baik itu sekolahan, masjid semua rata tak berbentuk.

Ketika Jengis khan mulai lemah fisiknya, ia kemudian membagi wilayah menjadi empat bagian. Yaitu, Juchi, Chagatai, Ogotai, dan Tuli.

Tahun 1258M, tentara mongol berkekuatan 200.000 pasukan tiba di pintu Baghdad. Penguasai terakhir Bani Abbas Al-Mu'tashim benar -  benar tidak bisa membendung "topan" kekejaman bangsa mongol.

Pada saat kritis , ia ditipu oleh wazirnya, " bahwa ia telah bersepakat damai dengan bangsa Hulagu Khan". Ia pun keluar istana membawa emas , mutiara , dan barang berharga lainya.

Ia keluar bersama wazirnya dan ahli fiqih terpandang. Setelah hadiah diberikan dan dibagikan oleh panglima Hulagu, mereka dipancung kepalanya  secara berhgantian oleh bangsa mongol. 

Maka, berakhirlah masa kepemimpinan bani Abbasiyah. Kota Baghdad sendiri, rata dengan tanah.

Pasukan Mongol, melanjutkan perjalananya dari Baghdad menyeberangi sungai Euphrat menuju Syria, Mesir.

Pada tahun 1260M , mereka berhasil menguasai Nablus dan Gaza. Panglima tentara mongol Kitbugha mengirim utusan ke Mesir, meminta supaya Sultan Qutuz penguasa kerajaan Mamalik menyerah, akan tetapi permintaan itu ditolak.

Dan hal ini , membuat Kitbugha marah. Kitbugha kemudian melintasi Yordania menuju Galilie dan bertemu pasukan Mamalik. Pasukan Mamalik pun berhasil menaklukan tentara Mongol tahun 1260M.
  • Bangsa Mongol masuk islam
Setelah tentara Mongol pimpinan Kitbugha takluk kepada raja Mamalik, Baghdad dan daerah - daerah yang ditaklukkan Hulagu selanjutnya di kuasai oleh dinasti Ilkhan.

Ilkhan adalah gelar yang diberikan Hulagu. Daerah yang dikuasai ialah Asia kecil, di Barat dan India, di Timur dengan ibukotanya Tabriz.

Dengan demikian, Islam dipimpin oleh Hulagu yang beragama Syamanism. Hulagu kemudian meninggal tahun 1265M digantikan anaknya Abaga hingga tahun 1282M. Kemudian diganti lagi anaknya Teguder (1282-1284M).

Teguder ini masuk islam. Karena islam, ia ditantang oleh pembesar kerajaan lain , dan akhirnya ditangkap oleh Arghun. Ia digantikan oleh Arghun (1284 - 1291M).

Arghun ini sangat kejam, banyak para umat islam yang dibunuh dan diusir. Setelah itu , kepemimpinan digantikan oleh Mahmud Ghazan tahun 1295 yang juga ikutan masuk islam seperti Teguder

Dengan masuknya Mahmud Ghazan ke islam, islam meraih kemenangan besar terhadap agam Syamanisme. Sejak itu pula, orang persia mendapatkan kemerdekaanya kembali.

Berbeda dengan raja - raja sebelumnya, Maghmud Ghazan ini pelindung ilmu dan sastra. Ia mat gemar kepada kesenian, terutama arsitektur, dan ilmu pengetahuan alam seperti astronomi . Ia mendirikan biara untuk para darwis dan perguruan tinggi untuk madzhab Syafi'i dan Hanafi serta perpustakaan dan observatium juga gedung - gedung lainya.

Ia meninggal di usia muda 32 tahun (1304-1317M) dan digantikan Muhammad Khudabanda Uljeitu penganut Syiah ekstrem. Ia mendirikan kota raja Sultaniyah.

-Sejarah Peradaban Islam-
Oleh Dr. Badri Yatim, M.A.

click to comments

0 komentar