Monday, 18 September 2017

Kisah Siksa Kubur Dalam Islam

kisah siksa kubur
img:nahimunkar.com


Kisah ini terjadi di kala Rasulullah saw masih hidup. Dan kisah siksa kubur ini ditulis dalam kitab Bukhori.

Suatu hari , Nabi Muhammad saw berjalan dengan para sahabat. Nabi Muhammad kala itu berjalan melewati sebuah pemakaman umum.

Tiba - tiba, nabi berhenti tepat di depan tanah makam tersebut.

Para Sahabat pun bertanya, "ada apa ya Rasul ?"

Nabi tetap terdiam , karena beliau mendengar jeritan para ahli kubur. Jeritan itu pun terdengar dari dua arah.

Seketika itu juga, nabi pun mengambil pelepah dain kurma, beliau bagi 2 pelepah kurma tersebut, lalu meletakkan di atas kuburan orang yang menjerit itu.

Setelah selesai nabi pun bertanya kepada sahabat, "tahukah kalian apa yang terjadi di kuburan itu ?"

Para sahabat pun menjawab, "tidak tahu, Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui".

Nabi pun menjawab, "penghuni kubur itu sedang menjerit kesakitan. Dia sedang disiksa malaikat penjaga kubur. Dia tidak sanggup lagi mendapat azab kubur, sehingga ia meminta pertolongan".

"Kenapa ia menerima azab sehebat itu, apa yang dilakukan semasa hidupnya?" tanya sahabat.

Nabi pun menjawab, "penghuni kubur yang pertama, ia mengabaikan bersuci (thoharoh). Dia tidak bersih sehabis buang air kecil, sehingga masih ada sisa najis yang menempel di tubuh dan pakaianya".

"Penghuni yang satunya lagi, ia sering mengadu domba orang lain. Ia berkata kepada si A bahwa si C begini. Lalu ia berkata kepada si B bahwa si A begini."

Keduanya memang di siksa karena hal sepele. Akan tetapi, hal sepele itu lah yang menjadikan sesuatu itu menjadi besar.

Thoharoh atau bersuci itu ialah landasan dalam setiap ibadah. Ketika orang tidak bisa bersuci dengan baik, maka ibadah yang lain akan menjadi rusak.

Contohnya saja, yang paling sering sekarang ialah orang kencing akan tetapi masih memakai celana jeans. Ia kencing berdiri, akibatnya ir kencingnya muncrat kemana - mana. Itulah hal sepele yang sering terjadi.

Dan ketika itu terjadi, maka ia sudah terkena najis. Ketika anda masih membawa najis dan melakukan ibadah, otomatis ibadah yang lain juga tidak sah.

Yang kedua ialah adu domba. Adu domba itu merupakan pokok suatu permasalahan yang terjadi. Ketika adu domba berhasil di lakukan , tak jarang hal yang besar akn terjadi. Misal saja , perang atau perselisihan yang bisa saja menimbulkan kematian seseorang.

Mari kita jaga agar jangan sampai kita lupa bersuci dan melakukan adu domba. Karena , adu domba itu juga merupakan salah satu ciri orang munafik. Dan ketika salah satu sifat munafik ada pada diri seseorang, maka ia juga termasuk munafik.

Baca juga : Macam - macam penyakit rohani dalam islam

click to comments

0 komentar