Sunday, 10 September 2017

Kisah orang yang sulit mati karena dosa terhadap ibunya

orang sulit mati karena dosa dengan ibu
img:islamidia.com

Di masa Rasulullah saw , hiduplah seorang pemuda yang tekun beribadah. Ia bernama Abdullah bin Salam , atau lebih terkenal dengan julukan Alqomah.

Pagi, siang , malam ia habiskan untuk beribadah. Ia juga tak pernah meninggalkan shalat berjamaah bersama Rasulullah saw.

Baca juga : Kisah syafaat nabi muhammad saw

Suatu ketika , ia sakit keras. Sang istri mwngutus seseorang untuk memberitahu Rasulullah saw , bahwa Alqomah sedang dalam sakaratul maut.

Orang yang diutus mengetuk pintu rumah Rasulullah. Lalu ia berkata , "Assalamu'alaikum ya rasul ".
Lantas nabi menjawab , "wa'alaikum salam. Ada apa saudaraku ?". Orang itu menjawab, " saya diutus oleh istrinya Alqomah agar Rasulullah menjenguk Alqomah yang sedang sakit ya rasul".
"Baik saudaraku , saya akan segera kesana"

<!-adsense->
Setelah itu ia bersama Rasulullah serta Bilal bin Rabbah, Ali bin Abi thalib , Salman al Farisi , dan Amr bin Ash . Yang kebetulan juga sedang bersama berkumpul Rasulullah saw.

Sesampainya di rumah kediaman Alqomah, beliau Rasulullah langsung menalqinya. Karena , melihat keadaan Alqomah yang sudah sangat sakit keras dan tengah menghadapi sakaratul maut.

Rasulullah menyuruh Alqomah mengucapkan kalimat tauhid. Berulang kali, Rasulullah menyuruhnya, akan tetapi Alqomah tidak daoat mengucapkanya.

Rasulullah heran , "mengapa seorang hamba yang tekun beribadah akan tetapi ketika menghadapi sakaratul maut sulit mengucapkan kalimat tauhid ? " kata rasulullah dalam hati.

Lalu Rasulullah bertanya kepada sahabatnya , "apakah Alqomah masih memiliki orang tua ?"

Para sahabat menjawab , "benar ya Rasul, Alqomah memang masih memiliki orang tua"

"Wahai Bilal!! Temui ibunya. Dan sampaikan salamku padanya. Dan mintalah kepada dia , agar datang kesini, atau aku yang akan datang menemuinya" kata Rasulullah.

Akhirnya Bilal pergi menemui ibunya Alqomah dan serta menyampaikan pesan Rasulullah kepada ibunya.

Mendengar peaan dari Rasulullah , ibunya Alqomah lantas dengan segera ia menemui sang anak.

Sesampainya di rumah anaknya , ia kaget mendapati anaknya sedang tak berdaya menghadapi sakaratul maut, lalu Rasulullah bertanya , "apa yang telah di perbuat oleh anakmu?"

Sang ibu menjawab, "Alqomah memang seorang yang tekun beribadah. Sholat selalu ia laksanakan , sholat selalu ia tegakkan , dan bersedekah juga tak pernah lepas dari keseharianya hingga aku saja tidak bisa mengetahuinya. Akan tetapi ,ia menentangku karena terlalu mengikuti kemauan istrinya sehingga ia telah menyakiti hatiku."

Mendengar jawaban ibunya yang terlihat marah , Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk mengumpulkan kayu bakar yang tak lain untuk membakar Alqomah. Karena begitu besar dosa yang telah diperbuat oleh Alqomah. Sehingga , ibunya saja sakit hati hingga berlarut - larut dan menyebabkan Alqomah sulit untuk mati.

Mendengar peribtah Rasulullah , sang ibu bertanya , "engkau mau membakar anakku di depan mataku?"

Rasulullah pun menjawab, "wahai ibu!! Lebih baik ia dibakar di dunia. Sebab, siksa Allah di akherat kelak lebih pedih dan kekal. Jika engkau tidak setuju kami membakarnya, sudilah engkau memaafkan kesalahanya, agar ridlo Allah juga menyertainya."

Mendengar jawaban Rasulullah, akhirnya sang ibu air matanya meleleh , hungga ia pun dengan segera memberi maaf kepada anaknya.

Lalu Rasulullah mendekati Alqomah seraya berkata, "ucapkanlah kalimat tauhid wahai Alqomah!!"

Akhirnya dengan mudah Alqomah mengucapkan kalimat tauhid sebagai ucapan tetakhirnya.

Tidak berselang lama, Alqomah pun meninggal dengan khusnul khatimah.

Rasulullah pun bersabda, "wahai para sahabatku, ridlo Allah itu tergantung pada ridlo orang tua, demikian pula murkanya"

Oleh sebab itu , marilah kita senantiasa berhati - hati terhadap orang tua, jangan sekali - kali kita menyakitinya. Karena ialah tumpuan kita untuk memperoleh keridloan ilahi.

click to comments

0 komentar