Sunday, 3 September 2017

Kisah Keteladanan nabi Muhammad dan pengemis Yahudi buta


Di sudut pasar Madinah Al-Munawwarah ada seorang pengemis Yahudi yang buta. Hari demi hari, bil ada orang yang mendekatinya, ia selalu berkata,"wahai saudaraku jangan dekati Muhammad , dia itu orang gila, dia itu pembohong , dia itu tukang sihir , apabila kalian mendekatianya kalian akan dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Rasulullah saw mendekatinya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah katapun, Rasulullah saw menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah saw melakukanya hingga menjelang beliau wafat.

Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abu Bakar ra ke rumah anaknya Aisyah ra. Beliau bertanya kepada anaknya , "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan"

Aisyah ra menjawab pertanyaan ayahnya, "wahai ayah engkau adalah seorang  ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja".

Baca juga : Kisah sedekah salah alamat

"Apakah itu ?" tanya Abu bakar ra

"Setiap pagi Rasulullah saw selalu pergi ke ujung pasar dengan membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada disana" kata Aisyah ra.

Ketika fajar tiba Abu Bakar ra mendatangi pengemis dengan membawa makanan. Ia kemudian memberikanya kepada pengemis itu.

Ketika Abu Bakar mulai menyuapi, si pengemis marah sambil berkata, "Siapakah kamu?"

"Aku orang yang biasa" jawab Abu Bakar

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" jawab si pengemis buta itu,

"Apabila ia datang kepadaku tidak usah tangan ini memegang dan tidak usah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskanya makanan tersebut dengan mulutnya, setelah itu ia berikan kepadaku dengan mulutnya sendiri" pengemis itu melanjutkan perkataanya.

Abu bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "aku memang bukan orang yang biasa datang padamu , aku adalah salah seorang sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw"

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar ia pun menangis sambil berkata, "apa? Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya memfitnahnya. Namun ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Ia begitu mulia".

Pengemis Yahudi itu , akhirnya bersyahadat di depan Abu Bakar ra.

Begitu anggun dan mulia akhlak nabi, yang mungkin mustahil dijumpai pada pribadi orang zaman sekarang ini.

Bahkan generasi terbaik kala itu Abu Bakar As-Sidiq ra tak mampu untuk meneladani akhlak beliau yang menakjubkan.


click to comments

1 komentar: