Saturday, 9 September 2017

Kisah Keajaiban suatu sedekah

keajaiban sedekah
img:waspada.co.id

Berikut ini adalah kisahseorang sufi wanita bernama Rabiah al adawiyah. Beliau ini adalah anak dari keempat bersaudara yang hidup penuh pas - pasan. Ayahnya seorang zuhud yang tidak cinta kepada dunia. 

Saudaranya semua perempuan, makanya ayahnya memimpikan Rabiah itu lahir laki-laki bukan perempuan. Agar kehiduoan keluarganya berubah, agar ada yang membantunya mwncari nafkah. Akan tetapi tak dir berkata lain, lalu lahirlah beliau Rabiah yang ketika dewasa menjadi seorang sufi yang mengajarkan Cinta Ilahi.


Suatu ketika, Rabiah al adawiyah ini kedatangan tamu. Karena beliau seorang sufi, yang hidupnya serba pas - pasan akhirnya sang tamu disuguhkan sepotong roti saja. 

Tak lama kemudian, datang lagi seorang pengemis , lalu sepotong roti tadi dibagi lagi oleh Rabiah menjadi 2 untuk dibagikan kepada pengemis. Setelah itu pengemis tadi pergi.

Tak lama kemudian datang lagi seorang laki - laki. Ia membawa senampan roti dengan kain penutup diatasnya. "Ini, ada bingkisan dari tuan saya untuk anda, mohon diterima" pinta orang tersebut.

Namun , Rabiah tidak serta merta langsung menerimanya. Dibukalah kain penutupnya dan dihitung oleh Rabiah jumlah rotinya. Lalu, Rabiah berkata, "maaf bukan saya tidak mau menerima, tapi ini bukan untuk saya"

Akhirnya laki-laki itu kaget, dalam hati laki - laki itu ia berkata "ini bagaimana sih , lha wong sudah dibilang roti ini untuknya , kok dibilang bukan untuknya"

Laki - laki iti kembali berkata, "bener kok , ini bingkisan dari tuan saya untuk anda".

Rabiah kembali berkata dengan nada tenang, "sudahlah , roti ini benar - benar bukan untuk saya. Anda pulang saja, dan pastikan kepada tuan anda untuk siapa roti ini"

Akhirnya , karena dipaksa oleh Rabiah, laki-laki tersebut akhirnya pulang. Sang tamu yang masih berada dalam rumah juga sangat bingung.

Setelah meyakinkan kepada tuanya , laki - laki itu kembali lagi kepada Rabiah dan berkata , "bener kok , ini bingkisan buat anda" dengan nada yang meyakinkan.

Rabiah membuka lagi kain penutupnya , dan menghitung lagi jumlah rotinya. Lalu Rabiah berkata , "mungkin tuan anda yang salah, mungkin buat Rabiah yang lain. Kembalilah anda"

Orang tersebut seakan putus asa. Rabiah benar - benar telah membuatnya pusing. Laki - laki itu kembali lagi kepada tuanya.

Sang tamu juga semakin bingung. Ia juga hendak bertanya kepada Rabiah. Akan tetapi , belum sempat tanya kepada Rabiah, laki-laki itu datang lagi.

"Sudah  Benar , memang bingkisan ini untuk anda. Silakan diterima" pintanya dengan nada datar dan tak ngotot lagi. Seperti sebelumnya. 

Kemudian, Rabiah membuka kainya lagi dan menghitungnya lalu tersenyum. "Terima kasih, sampaikan salam kepada tuan anda. Bingkisan ini memang untuk saya" . 

Akhirnya , laki - laki itupun pergi.

Karena  saking tak kuasanya menahan rasa heran , tamu itupun bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi ?"

"Ada apa , memangnya ada yang aneh ?" Jawab Rabiah

"Itu hal biasa , tidak ada yang aneh bukan ?
Pada saat sang pengemis meminta roti , aku ingat firman Allah yang menjanjikan pahala bagi orang yang berderma dan akan menggantinya sepuluh kali lipat. Karena aku yakin , aku memberikannya roti tersebut"

"Ya, tapi kenapa engkau menolak saat pertama dan yang kedua roti itu diberikan ?" Ucapnya menyanggah.

Lalu rabiah menjawab , "ketika laki-laki itu datang , aku merasa itulah jawaban dari janji Allah , tapi ternyata setelah aku hitung jumlahnya hanya sembilan potong. Padahal seharusnya kan sepuluh. Dan ketika ia datang ketiga kalinya, memang benar jumlahnya sepuluh. Dan akhirnya aku yakin itu kiriman dari Allah"

Tamu itu terperangah mendengar jawaban dari Rabiah.

Setelah itu , kemudian tamu itu pun pulang dan berusaha mengejar laki - laki tadi. Dan akhirnya dapat ia temui. 

"Tuan , siapakah anda sebenarnya ?" Tamu itu berpikir , laki - laki itu adalah malaikat.

"Saya pembantunya tuan Fulan dan disuruh untuk menghantarkan roti untuk Rabi'ah. Memang ada apa?"

"Kenapa anda balik sampai tiga kali ke rumah Rabiah?" Tanya tamu yang tadi.

"Itulah yang sejak tadi saya pikirkan . Dari rumah memang saya membawa roti dengan jumlah sepuluh buah , namun ditengah perjalanan, saya punya niat buruk. Saya ambil satu roti , kemudian saya masukkan kantong. Akan tetapi , Rabiah tidak mau menerimanya, akhirnya saya kembalikan roti yang ada di kantong saya, wh ternyata Rabiah mau menerimanya. Tolong jangan bilang pada beliau, kalau saya tadi berniat mencuri haknya" laki - laki itu kemudian pergi meninggalkan sang tamu yang masih terheran - heran.

click to comments

2 komentar