Thursday, 21 September 2017

Kisah Hikmah Berbakti Kepada Orang Tua

Suatu saat Rasulullah berkumupl dengan sahabat. Nabi kemudian bercerita,"sungguh ada seorang yang termasuk tabi'in. Ia bernama Uwais. Di itu memiliki seorang ibu dan dia sangat berbakti kepada orang tuanya. Ia mempunyai penyakit sedikit yaitu kusta. Jikalau dia mau berdoa kepada Allah untuk kesembuhanya, niscaya Allah pasti akan mengabulkanya. Oleh karena itu, jika kalian bertemu denganya, maka mintalah dia untuk berdoa, maka niscaya dia akan memintakan ampun kepada kalian"

Uwais sang penggembala kambing

Jadi, Uwais ini bernama lengkap Uwais Al-Qarani. Ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman.

Setiap hari, Uwais ini menggembalakan kambing orang lain. Kemudian , ia akan mendapatkan upah dari sang majikan. Dengan upah inilah ia dan ibunya hidup.

Bila ada kelebihan, tak lupa Uwais juga bersedekah dan memberikan kelebihanya kepada tetangganya yang kekurangan.

Uwais ini, juga termasuk orang yang sangat taat dalam beribadah , ia juga selalu menjalankan ajaran Rasulullah saw.

Ia telah lama mempunyai suatu keinginan yang sangat sulit dicapainya. Keinginan itu ialah bertemu dengan Rasulullah saw.

Keinginan itu, kian hari kian menumpuk kala ia melihat tetangganya yang tiba dari Madinah dan bercerita sempat bertemu Rasulullah saw.

Akan tetapi, apalah daya Uwais, yang ibunya sudah tua dan renta. Ibunya juga sangat lemah. Dan ia sangat menyayangi ibunya tersebut, sehingga Uwais tak tega untuk meninggalkanya sendiri.

Semakin hari, kerinduan bertemu Rasululah saw dalam hati Uwais kian menumpuk. Ia sangat gelisah bila mengingat hal itu.

Dan tibalah saatnya, kerinduan itu sudah tidak bisa tertahankan lagi. Ia pun memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya.

Mendengar curahan hati anaknya, ibunya pun ikut bersedih , sehungga ibunya pun mengijinkan Uwais bertemu Rasulullah saw.

Namun, kerinduan itu tak bisa terobati. Karena , ketika Uwais datang di kediaman Rasulullah, beliau sedang tak ada di rumah.

Ingin sekali rasanya Uwais untuk menunggu. Tetapi, ia ingat pesan ibunya untuk segera pulang. Ia pun memilih taat kepada ibunya, dan segera berpamitan kepada Aisyah sang istri nabi.

Ketika Rasulullah kembali, beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya.

Lalu, Aisyah pun menjelakan tentang kedatang Uwais.

Kemudian, Rasulullah saw mengatakan bahwa Uwais yang taat pada ibunya itu ialah penghuni langit.

Rasulullah meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. Seraya memandang Ali, dan mengatakan, "jika kalian bertemu dengan Uwais, mintalah doa dan istighfar darinya".

click to comments

0 komentar