Friday, 15 September 2017

Keteladanan sahabat Abu bakar ra

abu bakar teladan
img:druzzaman4.wordprees.com

Sahabat Rasulullah saw merupakan orang - orang pilihan yang bertugas menjadi Khalifah atau pengganti. Mereka mengemban tugas untuk menjadi pimpinan bagi seluruh umat muslim. Sebagai pemimpin tentu saja harus bisa menjadi contoh bagi umatnya. Maka dari itu , tak jarang kita temukan sekelumit kisah atau suri tauladan yang bisa kita jadikan pedoman hidup. Seperti kisah keteladanan sahabat Abu bakar ra berikut ini.

Kisah ini terjadi ketika Rasulullah saw masih hidup. Meskipun kala itu sahabat belum menjadi pemimpin, akan tetapi para sahabat Rasulullah sangat memegang teguh ajaran - ajaran yang telah disampaikan Rasulullah saw.

Baca juga : Kisah tentang syafaat nabi Muhammad saw

Sahabat Abu bakar contohnya. Beliau ini adalah seorang sahabat yang sangat berhati - hati dalam kehidupan sehari - harinya.

Segala bentuk makanan yang ia masukkan ke dalam perut sangat di perhatikanya. Dari mana makanan itu asal - usulnya. Tentunya, demikianlah hal yang sering ia katakan dalam hati. Apakah dari jalan haram ataukah dari cara yang tentunya di ridloi Allah swt.

Sahabat Abu bakar juga terkenal akan kebijaksanaan serta kasih sayangnya. Beliau tidak membeda - bedakan baik itu orang kafir atau orang muslim. Baik itu orang kaya atau pun miskin semua ia anggap sama.

Derajat keimanan beliau juga melebihi derajat keimanan seluruh umat manusia di atas bumi jagat raya.

Suatu ketika nabi bersabda, "seandainya keimanan Abu bakar ra ditimbang, maka pastinya ia akan melebihi keimanan seluruh umatku!!"

Pada suatu hari, sahabat Abu bakar ra berjalan - jalan dan dengan tak sengaja , ia bertemu seorang hamba sahayanya sendiri. Ia sudah seharian tidak kelihatan di kediaman beliau.

Sepulang dari bekerja , budak itu membawa sebotol susu. Karena merasa beruntung telah mendapatkan rejeki untuk hari ini, maka tak lupa ia bersyukur kepada Allah swt. Dan tentu saja ia ingin membagikan rejeki itu kepada tuanya sendiri.

Ia pun menawarkan susu itu kepada tuanya dan berkata, "wahai tuanku , sudikah kiranya tuanku menerima pemberian susu dariku ini?"

Abu bakar ra yang mempunyai sifat lemah lembut , bijaksana , serta mempunyai kasih sayang tinggi kepada sesama itu tentunya tak akan mampu untuk menolaknya.

Ia pun sangat percaya kepada hambanya sendiri. Karena tentunya , hambanya itu setiap hari ia sanding dan sudah mengenal betul sifat serta perilakunya.

Dengan tangan terbuka , beliau pun menerimanya, seraya berkata "oh tentu, dan semoga Allah swt membalas semua kebaikanmu".

Hambanya pun sangat senang , karena tuanya sudi menerima pemberianya.

Lalu, beliau Abu bakar pun langsung meminumnya. Setelah itu , barulah ia bertanya kepada hambanya , "darimana kau dapatkan rejekimu hari ini?"

Hambanya pun menjawab, "wahai tuanku , ini adalah rejeki yang saya dapat dari hasil tebak - tebakan. Dan aku pun telah memenangkanya"

Sahabat Abu bakar pun tercengang. Air susu yang telah ia minum ternyata dari hasil perjudian.

Dengan segenap tenaga , beliau pun berusaha memuntahkanya. Jari tangannya ia masukkan ke dalam mulut. Berusaha agar susu yang ia minum segera keluar. Hingga nyawa beliau pun hampir merenggutnya.

click to comments

0 komentar