Saturday, 16 September 2017

3 kunci kesuksesan dalam islam

kunci sukses islam
img:selamatmorningindonesia.com


Dalam menggapai sebuah cita - cita, tentu semua orang menginginkan sukses. Dan tentunya untuk menggapai semua itu, hal yang harus dilakukan ialah mencari kunci kesuksesan itu sendiri. Kunci kesuksesan itu ialah usaha, doa, tawakkal.

Tiga hal tersebut tentunya , berkaitan dengan takdir.

Lalu apa hubunganya usaha, doa , dan tawwakkal dengan takdir?

Tentu sudah banyak, para ulama' yang mengemukakan bahwa, rejeki, jodoh, dan kematian itu sudah di tentukan dari sebelum kita lahir.

Lalu buat apa kita berusaha kalau sudah ditentukan ?

Baca juga : Makna dan keutamaan shalat tahajjud

Memang , takdir seseorang itu sudah ditentukan. Tapi , apakah kita hanya akan berdiam diri menunggu kepastian kita turun dari langit ?

  • Usaha


Allah berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَايُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُ مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya : "sesungguhnya Allah swt tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (Q.S Ar-ra'ad : 11)

Allah disini memerintahkan kita untuk mengubah keadaan yang ada pada diri kita. Misalnya :kita tidak punya nasi untuk makan. Tentu kita harus berusaha untuk mencarinya. Bukan hanya kita beribadah mengharapkan pemberian Allah dari langit. Karena, maqam atau kedudukan seseorang itu berbeda - beda.

Maqam dalam kitab al hikam itu dibagi dua:

  • Maqam asbab, maqam ini ialah maqam seseorang , yang untuk mendapatkan sesuatu , kita harus berusaha untuk mendapatkanya. Artinya ada sebab atau muassal cara mendapatkanya. Misal hasil dari bertani.
  • Maqam tajrid, maqam seseorang yang berpaling dari dunia . Artinya , ia hanya mementingkan ibadahnya. Untuk urusan dunia , Allah swt yang memikirkanya.
Ada sebuah kisah dalam kitab. Kisah tentang pemburu dan burung

Suatu hari, ada seorang pemburu didalam hutan. Ia duduk beristirahat sambil membuka roti, dan dimakan roti itu sebagian.

Tiba - tiba ada seekor burung yang mencurinya.

Karena itu, sang pemburu pun marah lalu mengejarnya. Tentu saja ia mengejar dengan menaiki kuda. Karena terbang sang burung juga sangat cepat.

Di ikutilah sang burung terus hingga masuk jauh kedalam hutan. Lalu burung itu berhenti dan memberikan roti itu kepada seseorang yang terikat di pohon.

Sang pemburu itu pun mendekatinya, dan melepas semua ikatanya. Lalu ia bertanya, "sudah berapa lama kamu terikat di pohon?"

"Sudah seminggu tuan!" jawab orang itu.

"Bagaimana cara kamu hidup?" tanya sang pemburu lagi.

"Setiap saat saya hanya berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan, dan tiap hari pula, burung itu selalu memberikan saya makan tuan, baik itu buah - buahan atau makanan lainya"

Itulah sepenggal kisah, bahwa rejeki dan kematian seseorang itu sudah ada yang mengaturnya.

Lalu, dalam berusaha kita juga harus mengenali kemampuan kita.

Imam Bukhori meriwayatkan, 
خُذُوْا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيْقُوْنَ
Artinya : ambillah pekerjaan yang kamu mampu melakukanya (H.R Bukhori no: 1970)

Kenali diri kamu sedini mungkin. Kira - kira kamu menguasai dalam hal apa. 

Apakah kamu pintar dagang ?

Apakah kamu pintar bercocok tanam ?

Tentunya hal seperti itu wajib dikenali sejak dini. Karena, jika kita memaksakan suatu kehendak yang kita tidak ahli dalam hal tersebut. Pastilah hanya akan menambah beban kita. Bisa - bisa , apa yang kita kerjakan akan gagal dan rusak.
  • Doa
Doa itu wajib untuk semua umat. Karena apa?

Doa itu merupakan ajian pamungkas untuk diri kita, dan juga merupakan sandaran.

Ketika kita bingung, susah, galau. Maka berdoalah kepada Allah swt. Jangan sampai kita malah pergi ke dukun dan bersekutu dengan jin.Minta penglaris atau semacamnya.

Jin itu memang taat kepada kita di dunia. Akan tetapi di akhirat kita yang harus taat kepadanya. Mereka akan memerintah kepada majikanya (manusia) untuk dijadikan teman di neraka tentunya.

Jadi , ketika kita menghadapi kesulitan maka berdoalah kepada Allah swt.

Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِى أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya : "berdoalah kalian semua kepadaku, niscaya akan ku kabulkan doamu" (Q.S Al Mu'min : 6)

Jangan sampai, kita tidak berdoa kepada Allah. Karena , jika kita tidak berdoa atau meminta kepada Allah. Maka, kita akan dianggap sombong dan akan semakin di benci serta jauh kepada-Nya.

Nabi bersabda :
مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ تَعَالَى يَغْضَبْ عَلَيْهِ
Artinya : barangsiapa meninggalkan doa kepada Allah, maka Allah akan memurkainya.
  • Tawakkal
Nah, hal yang terakhir yang bisa kita lakukan. Jika kita sudah berusaha semaksimal tenaga dan juga sudah berdoa kepada Allah ialah tawakkal.

Tawakkal ialah artinya pasrah. Pasrah itu menyerahkan semua keputusan di tangan Allah swt. Jika itu baik untuk kita , maka Allah sudah pasti akan mensukseskan usaha kita

Akan tetapi jika hal itu dianggap tidak baik untuk kita kedepanya, maka Allah akan menyimpan kesuksesan kita dan akan diberikan esok atau diganti oleh Allah dengan hal yang lebih bermakna, lebih berfaedah untuk kita. 

Allah berfirman :
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ اَمْرِهِ
Artinya: dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah swt, niscaya Allah swt akan mencukupkan (keperluanya). Sesungguhnya Allah swt melaksanakan urusan yang (dikehendaki)nya. (Q.S Ath-thalaq: 3)

Dan hal yang terpenting ialah :

Jika kita sudah melakukan hal yang kita bisa dan memaksimalkanya, maka kegagalan bukanlah hal yang harus disesalkan.

click to comments

0 komentar