Friday, 11 August 2017

terlalu banyak tertawa dilihat dari segi agama


Apakah hukum tertawa dilihat dari segi agama?

Tertawa memang hak dari semua orang , karena dengan tertawa dapat di artikan bahwa orang tersebut sedang senang hatinya. Atau bisa diartikan itu adalah sebuah bentuk curahan hati.

Dengan tertawa kita juga bisa melepaskan sebagian kepenatan kita atau bahkan menyimpan kesedihan kita , dan mungkin saja perlahan kesedihan dan problematika hidup juga perlahan akan hilang.

Mengapa demikian ? karena tertawa adalah hal normal yang timbul dari otak yang mencerminkan emosi seseorang.

Meski demikian , dalam agama islam kita tidak boleh terlalu banyak tertawa, karena ada beberapa akibat buruk yang akan di timbulkan.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

كثرة الضحك تموت القلب
artinya : "terlalu banyak tertawa dapat mematikan / mengeraskan hati"

Apa yang dimaksud dengan keras hati disini ?
Keras hati dimaksudkan bahwa orang tersebut sangat sulit untuk di nasihati.

Ketika orang tersebut di beri nasihat oleh orang lain , nasihat tersebut dianggapnya sepele. Hingga akhirnya orang tersebut tidak bisa di ajak serius dalam hal apapun.


 Baca juga : Bahaya ghibah

Tak hanya itu , orang yang terlalu banyak tertawa juga akan mudah melakukan kesalahan.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

من كثر ضحكه كثر خطؤه
artinya : "orang yang banyak ketawa , maka ia juga banyak kesalahanya"


Kesalahan seseorang biasanya terjadi karena orang tersebut tidak serius atu bisas dikatakan orang tersebut menyepelekan hal tersebut. Bisa saja hal itu terjadi misalkan terlalu banyak bercanda , hingga akhirnya ia melupakan hal utama yang harus ia kerjakan.

Dalam artian orang tersebut lalai akan hal utamanya. Ia lupa sebenarnya apa yang harus utama aku lakukan , apa yang harus aku kerjakan di saat ini. Ia hanya sibuk bercanda dan bertele-tele dalam hal apapun.

Dan akhirnya jika sudah demikian , orang tersebut akan di sepelekan oleh orang lain.

Hal ini sangat cocok dengan hadits nabi :

 من كثر ضحكه يستخف به الناس
artinya : "orang yang yang terlalu banyak tertawa akan diremehkan oleh orang lain

Mengapa hal itu terjadi ? karena seperti keterangan di atas tadi, orang itu tidak bisa di ajak serius dan akhirnya di anggap tak pantas menyandang suatu gelar atau tak berwibawa.

Tak hanya di dunia , akibat orang terlau banyak tertawa juga akan ia sandang atau ia peroleh di akhirat kelak. Hal ini di sebutkan dalam hadits :

من ضحك كثيرا فى الدنيا بكى كثيرا فى الا خرة
artinya : "orang yang banyak tertawa di dunia , ia akan banyak menangis di akhirat"

Dalam hal ini bukan berarti kita tidak boleh tertawa terbahak-bahak, ataupun sekedar tertawa. akan tetapi marilah kita tertawa cukup sewajarnya saja , dan bila kita menghadapi suatu hal kita harus tetap fokus.

Karena nabi tak pernah ia tertawa terbahak-bahak apalagi terlalu banyak tertawa.

semoga bermanfaat.


Sumber ; kitab Lubabul Hadits

click to comments

23 komentar