Saturday, 5 August 2017

Mengenal pengarang kitab tanqihul qaul


Siapa pengarang kitab tanqihul qaul ?

Pengarang kitab tanqihul qaul adalah beliau Syaikh Nawawi al bantani. Disebut al bantani karena beliau lahir di Tanara Tirtayasa Serang Banten . Beliau putra dari Umar bin arabi al bantani ( seorang penghulu ) di daerahnya. Lahir di Tanara 1230 H / 1813 M , wafat di Makkah , Hijaz  1314 H / 1897 M . Beliau generasi ke - 12 Sultan Maulana Hasanuddin , raja pertama kerajaan Banten , putra dari Sunan Gunungjati . Sanad beliau sampai kepada nabi Muhammad SAW .

Sejak kecil beliau sudah di didik bab agama oleh ayahnya . Hingga padazuatu hari beliau bersama kedua saudaranya melakukan ibadah haji ia tidakk langsung pulang , melainkan ia menimba ilmu disana kepada ulama indonesia yang bermukim disana . Diantaranya adalah K.H Sahal al bantani , Syaikh Abdul Khamid Daghestani , Syaikh Akhmad Dimyati , Syaikh Zainuddin Aceh , Syaikh Sihabuddin , Syaikh Akhmad Khatib sambas dan masih banyak lagi .

Ketika sudah 3 tahun menimba ilmu disana , beliau pulang ke tanah air. Namun ia sedih karena tanah kelahiranya sedang dijajah oleh Belanda , sedangkan keinginan untuk menimba ilmu masih sangat tinggi . Lalu ia pun balik lagi ke Makkah untuk melanjutkan menimba ilmu.

Syaikh nawawi adalah orang yang sangat produktif dalam ilmu . Hingga pada suatu hari ketika Syaikh Ahmad Khatib sambas uzur menjadi imam masjidil haram , beliau Syaikh Nawawi lah yang menjadi badal atau ganti.

Ia juga aktif dalam mengajar. Beberapa ulama yang pernah menjadi murid dari Syaikh Nawawi adalah K.H Kholil bangkalan , K.H Asnawi kudus , K.H Tubagus Bakri , K.H Arsyad Thawil banten , dan K.H Hasyim Asya'ari.

Selain mengajar beliau juga aktif menulis buku , karangan beliau hingga sekarang masih menjadi rujukan para ulama tanah air. Karangan beliau diantaranya :

  • Tafsir al munir , Tanqihul qaul , Uqudul lijain , Tafsir Ibriz , Nihayatuzzain , Fathul Majid , Sulam Munajah , Al futuhat Madaniyah , Bidayatul Hidayah , Al aqdus samad , Nasaihul 'ibad dan masih banyak lagi.
Karangan beliau sangat banyak hingga ada yang menceritakan bahwa ada kurang lebih 112 buku

Hingga pada suatu hari , ketika perjalanan karena sedang aktif mengarang sebuah buku. Ia mengarang dan menulis di punghung unta dalam Suqduf atau rumah di atas punggung unta. Karena saking gelapnya , ia berdoa kepada Allah jika karangan ini penting untuk umatnya , maka terangkanlah . Seketika jempol kaki Syaikh nawawi mengeluarkan api hingga beliau bisa kembali menulis buku.

Semoga bermanfaat .

Sumber : Wikipedia

click to comments

4 komentar