Saturday, 12 August 2017

Ciri orang memperoleh kemuliaan di dunia


Apa itu kemuliaan dunia ? 

Banyak sekali orang salah mengartikan mulia pada era zaman sekarang ini. Mulia bagi mereka sering kali diartikan dengan kaya raya dan serba kecukupan.

Yah memang orang kaya secara sekilas ia dipandang mulia. Bajunya serba mahal , hidup enak. Akan tetapi belum tentu hatinya juga ikut mulia.

Bisa saja karena kekayaan yang ia dapat karena hutang , jadi meski luarnya wahhh. Akan tetapi ia resah gelisah dengan hutang.

Bisa juga kekayaan yang ia dapat dari uang riba , jadi ia akan merasa serba kekurangan. Punya hp merk ini , keluar hp baru kepingin . Punya motor vario , keluar motor baru kepingin , ganti lagi , kredit lagi.

Nah , yang salah lagi orang tua jaman sekarang mengartikan mulia di dunia juga begitu. Anak-anaknya cuma dituntut sekolah , begitu lulus bisa dapet kerjaan gaji banyak.

Mereka tidak memikirkan akan ilmu agama anaknya . Tidak memikirkan siapa besok ketika sudah tiada yang akan mendoakanya.

Lalu apa ciri orang yang memperoleh kemuliaan dunia dalam agama ?


Dalam suatu riwayat pernah nabi mengemukakan tentang hadist :

العافية على عشرة اوجه خمسة فى الدنيا وخمسة فى الاخرة . فأما التى فى الدنيا العلم والعبادة والرزق عن الحلال والصبر على الشدة والشكر على النعمة

Artinya :
ciri orang sejahtera / mulia itu ada 10 . 5 didunia , 5 di akhirat.
Nah , ciri 5 di dunia yaitu : ia mempunyai ilmu , mau beribadah , memperoleh rizqi halal , sabar dengan cobaan , dan bersyukur ketika mendapat nikmat


  • Ilmu
Orang jikalau ia mempunyai ilmu atau bisa dikatakan pintar/cerdas/pandai secara logika saja ia akan menjadi orang sukses , orang mulia.

Dalam bahasa arab bisa juga dikatakan tamyiz . Tamyiz ini , ia bisa membedakan mana perkara yang benar , mana perkara yang salah.

Atau bisa dikatakan rosyid. Rosyid ini bisa diartikan dengan jenius/cerdas.

Orang jenius , orang cerdas ia sudah biasa mempunyai pangkat atau title . Doktor , insinyur , profesor dsb.

Mereka akan mudah mendapatkan kerja , mendapatkan kekayaan dan kesejahteraan hidup yang layak , bahkan lebih .

Kalaupun orang biasa orang tersebut bisa menjadi pengusaha. Misal pengusaha konveksi , pengusaha miniatur , menciptakan mesin dll.

Dalam hal agama orang berilmu bisa digambarkan sebagai seorang guru dan kyai. Ia akan mempunyai derajat yang lebih tinggi lagi hingga wali.




  • Mau menjalankan ibadah
Tak cukup pintar saja atau berilmu saja , tapi orang itu juga harus mau menjslankan ibadah. Ia harus taat dengan ibadah.

Jika dalam agama ia , harus mau menjalankan sholat , mengaji dan puasa.

Sholat juga tak hanya cukup sholat fardlu , akan tetapi sholat sunat juga harus senantiasa istiqomah dijalankan. Begitu pula puasa , puasa sunat misal : puasa senin kamis , puasa daud atau bahkan puasa tahunan (dahr).

Orang yang mau beribadah dengan Allah ia akan senantiasa di beri ketenangan , baik lahiriyah maupun batiniah. 

Dalam menjalankan hidup ia mempunyai pedoman bahwa ia akan selalu diperhatikan oleh Allah SWT dan para malaikatnya.

  • Mencari rizqi halal
Ketika orang itu taat beribadah , merasa ada yang memperhatikan, maka orang itu tidak semena mena atau dengan mudahnya menjalankan dosa. Atu melanggar perintah Allah.

Begitu pula dalam mencari rizqi , mencari nafkah. Ia akan memilah atau menjaga untuk tidak salah jalan.

Jangan sampai hanya karena harta ia akan dilaknat oleh Allah, dibenci oleh Allah . 

Apa yang dimakan , oleh ia dan juga keluarganya  harus betul-betul halalan toyyiban. Rizki yang bagus dan benar-benar halal.

  • Sabar menghadapi cobaan
Orang yang taat beribadah ia akan senantiasa tenang , tentram dalam hidupnya. Baik saat rizqi yang ia dapat sedikit ataupun melimpah.

Rizqi tak hanya soal uang , harta , benda. Tapi juga kesehatan , istri sholehah , anak yang berbakti , itu juga merupakan rizqi yang berharga.

Dan ketika ia mendapat cobaan , maka ia juga akan tabah dalam menghadapinya. Ia akan terima dengan lapang dada.

Ia akan dengan senang hati menerimanya , dan berpedoman bahwa ini adalah sebuah bentuk ujian atau cobaan dari Allah SWT kepada hambanya yang ia pilih dan selalu diperhatikan. 

Jadi ketika aku lulus dari ujian ini , aku akan semakin di perhatikan oleh Allah SWT.


  • Bersyukur ketika memperoleh nikmat
Rizki merupakan anugerah dari Allah SWT yang tiada bandinganya. Dengan rizqi itu kita bisa mempunyai nikmat hidup yang berlebih.

Bayangkan bila kita tidak diberi rizqi. Misal saja sakit. Meskipun ia kaya , jika ia sakit maka tak ada artinya.

Maka dari itu , ketika kita mempunyai rizqi maka kita harus bersyukur kepada Allah SWT.

Jika mempunyai harta benda berlebih sedekah , jika semakin taat beribadah.

Dan jika tidak mampu , sedekahkan badan kita , kemampuan otak fikiran kita ke jalan yang di ridloi oleh Allah SWT.

semoga bermanfaat



click to comments

49 komentar