Friday, 25 August 2017

Bagaimana ciri istri shalehah itu ?


Setiap laki-laki tentu sangat mendambakan seorang istri shalehah. Shalih sendiri bermakna pantas/patut. Jadi istri yang pantas untuk menjadi contoh. Contoh untuk siapa ? Contoh untuk semua orang terutama keluarga dan juga anak-anaknya.

Karena, seorang istri tentu saja kelak akan menjadi seorang pendidik bagi anak-anaknya. Ia akan memberi petunjuk atau contoh bagi anak-anaknya.

Lalu, bagaimanakah ciri istri shalehah itu ?

Allah berfirman dalam alquran:

اَلرِّجَالُ قَوَّمُونَ عَلَى النِّساءِ بِما فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وبما انْفَقُ مِنْ اَمَوَلِهِمْ فالصَّالِحاتُ قانِتاتٌ حافِظاتٌ لِلْغَيْبِ بِما حَفِظَ اللَّهُ واللَّاتى تَخافُونَ نُشوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَاءِنْ اطَعْنَكُمْ فَلاتَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا اِنَّ اللَّهَ كانَ عَلِيًّاكَبِيْرًا
Artinya : kaum laki-laki itu pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena itu Allah SWT telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu , maka wanita yang shaleh ialah taat kepada Allah swt lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada , oleh karena Allah telah memelihara mereka (wanita-wanita) yang kamu khawatirkan selingkuhnya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah mencari - cari jalan untuk menyusahkanya. Sesungguhnya Allah maha tinggi lagi maha besar (Q.S An-nisa' : 34)

Seorang istri itu berhak mentaati suami. Karena sang suami sudah menafkahkan sebagian hartanya, atau bahkan semua hartanya hanya untuk sang istri.

Ketika sang istri tidak taat, maka sang suami berhak memisah ranjang dan memukulnya, hingga ia kembali taat kepada sang suami.

Baca juga : Tata cara hidup bertetangga menurut ajaran islam

Ciri - ciri istri shalehah

Rasulullah saw bersabda:

ما اسْتَفادَ اَلمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إنْ اَمْرَها أطاعَتْهُ وَإنْ نَظَرَ إلَيْها سَرَّتْهُ وَإنْ اَقَسَمَ عَلَيْها اَبَرَّتْهُ وَإنْ غابَ عَنْها حَفِظَتْهُ فِى مالِهِ وَعِرْضِهِ
"Tidaklah seorang mukmin memperoleh sesuatu yang lebih baik sesudah taqwa kepada Allah SWT selain dari istri yang shalehah:

  1. Jika ia diperintah maka patuh
  2. Jika dipandang menyenangkan
  3. Jika diminta untuk menunaikan sesuatu , maka ditunaikanya dengan baik , dan
  4. Jika suami jauh darinya , di jagalah harta benda dan juga harga dirinya (H.R Ibnu Majjah)
Tidaklah mudah untuk mencari atau menjadi seorang istri shalehah di zaman sekarang , banyak sekali godaan yang sangat menyesatkan.

Seperti ,gemar memamerkan tubuh. Padahal tubuh itu hanya untuk sang suami juga merupakan harga diri wanita.

Ketika wanita sudah tak punya harga diri , maka ia disebut wanita murahan. Dan akhirnya apa yang terjadi , derajat sang suami menjadi rendah pula.

Sebuah keluarga itu akan menjadi keluarga harmonis , jika sang istri mampu menjaga dirinya. Ketika sang suami sedang marah tentulah sang istri shalehah mampu mendinginkan suasana. Entah dengan berdandan cantik untuk sang suami misal , sehingga sang suami senang dengan melihat dirinya.

Imam bazzar meriwayatkan :

إذا صَلَّتْ اَلْمَرْأةُ خَمْسَها وَصامَتْ شَهْرَها وَحَفِظَتْ فَرْجَها وَاَطاعَتْ زَوْجَها دَخَلَتْ جَنَّةَ رَبَّها
Artinya : "ketika istri mau menunaikan sholat lima waktu , puasa di bulan ramadlan, dan selalu menjaga serta taat kepada suami . Niscaya ia akan masuk surganya Allah.

Istri shalehah memang dambaan semua laki-laki. Ketika sang suami mendapat masalah , ia akan menasihati sang suami dengan tutur kata yang lembut sehingga sang suami akan tenang dan juga senang telah memilikinya, sehingga sang suami akan senantiasa mendoakan istrinya.

إذَا دَعا اَلرَّجُلُ إمْرَأتَهُ إلَى فِرَاشِهِ فَأبَتْ أنْ تَجِئَ لَعَنَتْها اَلْمَلَاءِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
Artinya: "apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur , akan tetapi istrinya tidak mau. Dan sepanjang malam marah kepadanya, niscaya dia akan dilaknat oleh malaikat hingga pagi hari (H.R Bukhori Muslim)

Seorang laki-laki menikahi seorang wanita, disamping untuk menjalankan sunnah nabi juga sebagai penghalang maksiat. Nah apabila sang suami sedang berhasrat besar kepada istrinya , tentu sang istri haruslah menuruti. Agar sang suami terjaga dari melakukan maksiat .

Sang istri haruslah jadi idola suami. Ia mampu memberi warna dalam hidupnya, juga sebagai benteng dari segala hal tercela yang tentunya di laknat oleh Allah.

لَا تُسافِرُ إمْرَأةٌ مَسِيْرَةَ يَوْمَيْنِ لَيْسَ مَعَها زَوْجُها أوْ ذُوْ مَحْرَمٍ
Artinya: "seorang istri dilarang bepergian jauh, sejauh perjalanan dua hari tanpa ditemani suami atau muhrimnya" (H.R Bukhori)

Hadits di atas bermaksud agar suami bisa senantiasa mengawasi sang istri , juga bertujuan menjaga harkat dsn martabatnya. Apabila sang istri berbuat salah, bisa langsung menasihatinya. Begitu pula sebaliknya bila suami salah ada yang akan menasihatinya.

Salah dalam hal apa ? Dalam hal apapun baik itu tutur kata , maupun tingkah laku. Karena itu semua sangat berpengaruh tethadap kehormatan keluarga. Sang suami yang menjadi kepala keluarga tentu akan menjadi sorotan apabila keluarganya mempunyai aib.

Maka dari itu segala sesuatu yang ada dalam keluarga haruslah berdasar atas ridlo sang suami. 

أيُّمَا إمْرَأَةٌ مَاتَتْ وَزَوْجُها رَاضٍ دَخَلَتْ اَلْجَنَّةُ
Artinya : "wanita manapun yang mati sedangkan sang suami rela atau ridlo kepadanya, maka ia masuk sorga (H.R Tirmidzi)

Ridlo sang suami harus dipegang teguh oleh istri, bila ia menginginkan surga sang Rabb. Karena tanoa ridlo sang suami , sulit bagi seorang istri untuk masuk ke dalam surga.

Semoga kita semua selalu terjaga dari maksiat dan juga di karuniai istri Shalehah. Amiiiin.



Semoga bermanfaat.

click to comments

0 komentar